Cerita Sex Memuaskan Birahi Adik Kandung Ibuku

Cerita Sex Memuaskan Birahi Adik Kandung Ibuku

Diposting pada
omi88

Cerita Sex Memuaskan Birahi Adik Kandung Ibuku – Namaku Tino. Umurku 16 tahun ketika kejadian bersama adik ibuku bermula. Aku sdh kelas 1 SMA. Tubuhku sdh menjadi lebih tinggi, yaitu sdh mencapai 165 cm. Badanku tdk kurus dan tdk besar, biasa-biasa saja layaknya tubuh remaja yg cuma getol olah raga paling banyak seminggu 2 kali.

Cerita Sex Memuaskan Birahi Adik Kandung Ibuku

agen bola bonus deposit

agen poker online

bandar poker online

agen dominoqq agen bola tanpa deposit inibet188

Cerita Mesum Memuaskan Birahi Adik Kandung Ibuku – Ketika aku masuk SMA, aku bahagia sebab, aku kebagian masuk sekolah siang. Artinya aku bisa bebas bersetubuh dgn tetanggaku yg bernama Bu Murni. –cerita sex terbaru– Bu Murni merupakan Binor seksi 50 tahun walaupun sdh punya 5 orang anak dan kini cucunya telah bertambah menjadi 3. Tingginya 158 cm, susunya 32B dgn puting panjang sebesar kelingking, serta pantatnya bulat dan bahenol sekali.

Namun, semua kurang sesuai dgn yg diharapkan. Makanya, persetubuhanku dgn Bu Murni jarang terealisasi. Sebab, adik ibuku yg berkuliah di kotaku kini tinggal bersama keluargaku. Kamarnya berada di samping kamarku. Adik ibuku ini biasa aku panggil Tante Luluk. Dia orangnya baik sekali, perhatian, dan terbuka.

Aku baru tahu, kalau kuliah itu enak karena dari seminggu cuma 4 hari berkuliah, sisanya libur karena tdk ada mata kuliah. Jadi Tante Luluk sering berada di rumah menemani aku dan adik kecilku yg kini usianya sdh 3 tahun untuk bermain.

Cerita dewasa terbaru, Usia antara aku dan Tante Luluk berbeda 7 tahun karena tante Luluk berumur 23 tahun. Makanya, walau baru sebentar tinggal di rumahku, aku dan tanteku cepat menjadi akrab. Tinggi badan Tante Luluk lebih pendek sedikit dari Bu Suti. Mungkin 155/156cm. Tp susunya yg bulat terlihat lebih menonjol dan lebih besar dari Bu Suti, mungkin sekitar 34C/D. Pantatnya cukup besar walau tdk sebahenol Bu Suti. Badannya sama langsingnya dgn Bu Suti. Rambut tanteku pendek sebahu sehingga lehernya begitu terlihat seksi.

Aku pernah ketika itu, nyelonong membuka pintu kamar Tante Luluk karena mau meminjam cd musik. Aku kaget sebab, Tante Luluk hendak berganti baju. Terlihat ia hanya mengenakan kutang hitam serta celana dalam hitam yg melekat pada tubuhnya. Pemandangan yg menggiurkan sekali.

Namun, aku pun menjadi malu dan langsung menutup kembali pintu kamarnya. Tanteku yg telah selesai memakai pakaiannya ke luar dan menghampiri aku yg sedang duduk di kursi sambil menonton tv. Aku pun segera meminta maaf. Ia pun memaafkan dan berbuat seolah-olah kejadian itu tdk pernah terjadi sehingga membuatku menjadi lega.

Setiap pagi seringkali aku melihat tanteku ini menyapu dan mengepel rumah jika sedang libur kuliah atau kuliah di jam siang. Aku sering melihat dua susu montoknya itu bergelayut di balik bajunya yg berbelahan dada rendah baik pada saat sedang menyapu rumah maupun pada saat ia mengepel. Sungguh pemandangan yg indah walaupun melihat hal itu membuatku tersiksa akibat harus menahan konak dan gelora birahi.

Jika tanteku sedang menyapu atau mengepel rumah, aku sering iseng. Sengaja aku biarkan kakiku berada di lantai walaupun berkali-kali tanteku menyuruhku menaikan kaki ke atas kursi tempat aku duduk berdua bersama adikku tp dgn sengaja aku tdk menuruti perintahnya. Hal tersebut sering membuat tanteku agak kesal walaupun tdk pernah ia marah. Malah ia sering mencubit paha jika aku sdh berbuat demikian. Sampai akhirnya ia sering mengklitiki pinggangku seusai mencubit pelan pahaku karena kenakalan dan sifat ke kanak-kanakanku.

Aku sering membalas mengklitiki pinggang tanteku sampai akhirnya kita berdua duduk sambil tertawa bersama sesdhnya. Ketika aku mengklitiki pinggangnya ia sering meronta ke sana ke mari sehingga, jari-jariku sering menyentuh susu montoknya secara tdk sengaja dan badannya sering pula berlabuh dipangkuanku akibat kegelian karena aku klitiki.

Cerita Porno Memuaskan Birahi Adik Kandung Ibuku – Aku sering gelisah ketika badan tanteku yg sedang aku kelitiki menindih pahaku sehingga posisi badan bagian atasnya berada dalam pangkuanku. Posisi demikian membuatku gelisah sebab, aku takut penisku yg mengeras tegang diketahuinya.

Aku tdk pernah menygka bahkan tdk pernah merencanakan untuk bersetubuh dgn tanteku yg tak lain adalah adik kandung ibuku sendiri. Selain seleraku lebih tertuju pada wanita tua seperti Bu Suti, aku pun menghormati ia sebagai adik ibuku. Tp ternyata semuanya telah terjadi, aku menggauli tanteku hampir setiap ada kesempatan.
Kejadian awal bermula ketika nenekku (ibu dari ayahku yg rumahnya tak jauh dari rumahku) pergi dgn membawa serta adikku untuk berbelanja. Maka, pada pagi itu rumahku sepi hanya tinggal aku berdua dgn tanteku. Ibu dan ayahku sdh berangkat bekerja pagi-pagi.

Seperti pagi-pagi biasanya, tanteku menyapu lantai dan mengepel rumah. Aku yg duduk sambil menonton tv kembali iseng dgn tak mau menaikan kakiku. Tanteku yg menyaksikan ulahku itu langsung menyerangku.

“aduh Tino, kamu bandel ih!” ucapnya sambil mengeluarkan jurus mengklitiki pinggangku.

Aku yg mendapat serangan tak tinggal diam, aku balas mengklitiki pinggangnya. Ia tertawa kegelian sambil menggelinjang tak karuan. Akhirnya ia memeluk pinggangku erat dgn kepala berada tepat di perutku. Posisi demikian membuat penisku yg sdh tegang dan keras tertindih oleh susunya yg montok. Sungguh membuat darahku berdesir. Birahiku menjadi naik namun masih dapat aku kendalikan.

Masih dalam posisi demikian, tanteku akhirnya menyerah dan memintaku menghentikan mengelitik pinggangnya. Aku pun berhenti. Ia kemudian melepaskan pelukannya pada pinggangku. Lalu ia bersandar di kursi sambil terengah-engah kecapean akibat dikelitiki. Tampak keringat membasahi wajahnya. Aku memang suka kepada wanita saat berkeringat. Seksi dan bercahaya.

Ia mengusap-usap lembut kepalaku sambil tetap duduk bersandar. Aku pun tak tinggal diam, aku lap keringat di wajah dan keningnya. Ia tersenyum manis melebihi biasanya. Tiba-tiba entah dorongan dari mana, aku berani mencium kening tanteku sendiri. Yg aku rasakan, secara tiba-tiba aku menjadi sayang kepada tanteku dan menjadi ingin lebih dekat dgnnya.

Mendapat perlakuan demikian, tanteku tdk marah malah ia menyentuh lembut pipiku sampai akhirnya ia mencium lembut bibirku. Karena mendapat rambu tersebut, aku pun balas mencium bibirnya sampai akhirnya kita berciuman.

Awalnya memang berciuman biasa saja, tp setelah cukup lama tiba-tiba lidah tanteku menerobos masuk ke dalam mulutku. Hal tersebut tdk aku sia-siakan untuk mengusap-usap lidahnya dgn lidahku dan mengenyot lidahnya dgn lembut. Tante Luluk kemudian melingkarkan kedua tangannya melingkari leherku. Maka tanganku pun mulai berani menjamah susunya yg montok. Sambil tetap berciuman yg sdh semakin liar, aku usap memutar dan meremas-remas lembut susu tanteku.

“ssssshhhhhh eeeehhhhmmmm.” desah tanteku terasa hangat desahnya saat ia melepas bibir bawah untuk membuka mulutnya yg tak tahan untuk mendesah di tengah kesibukan berciuman liar dgnku.

Aku hentikan ciuman liar. Aku cium dan jilati lehernya yg sdh basah oleh keringatnya. Tante Luluk menjadi semakin bernafsu sehingga tangannya tak lagi melingkari leherku melainkan sdh meremas-remas kepala serta rambutku.

Cerita panas Memuaskan Birahi Adik Kandung Ibuku – Secara perlahan, aku buka kaos putih yg dipakai tanteku. Sehingga tampak kutang hitam yg pernah aku lihat ketika aku nyelonong membuka pintu kamarnya dan mendapati ia hanya mengenakan kutang tersebut serta celana dalam berwarna hitam. Segera aku jilati bagian atas susunya yg tdk tertutup kutang. Aku hisap dan kenyot-kenyot perlahan sehingga membuat tanteku menjadi gelisah karena birahi yg semakin memuncak.

Tanteku kemudian membukakan kutangnya untuk memudahkanku bermain secara leluasa dgn susunya. Kulitnya yg putih membuat areola melingkar di tengah susunya tampak menggiurkan dgn warna coklat muda kemerah-merahan. Namun sayang, putingnya kecil sehingga hanya sedikit menonjol walaupun sdh menjadi keras di tengah susunya yg padat dan kenyal. Sungguh berbeda dgn puting susu Bu Murni yg panjang sebesar kelingking.

Aku hisap, aku jilat, aku kenyot-kenyot dgn lembut susu dan putingnya. Tanteku bergerak-gerak gelisah menandakan birahinya sdh semakin memuncak. Sampai akhirnya tangannya sdh berada di atas penisku di luar celana pendek yg aku kenakan.

Tanteku mengusap-usap penisku sedikit kasar. Namun, walau mendapat perlakuan demikian aku tetap liar memainkan lidah dan mulutku pada kedua susunya yg montok, kenyal, serta padat itu.

Tanteku kemudian berdiri melucuti celana pendek dan menurunkan celana dalamnya sendiri. Tampak nonoknya begitu tembem tanpa ada bulu sedikitpun.

“wow, seksinya!” bisikku di dalam hati.

Ia kemudian memintaku berdiri dan langsung menurunkan celana pendekku langsung dgn celana dalamnya sehingga penisku yg sdh sangat keras menunjuk-nunjuk ke depan. Tampak ia kaget melihat penisku yg besar dan panjang seperti Bu Murni pernah katakan. Wajah tanteku semakin memerah tanpa berkedip melihat ke arah penisku. Namun, tak lama setelah bengong karena ukuran penisku, ia mulai menyentuh dan mengusap-usap lembut penisku. Dgn lembut ia mulai memajukan wajahnya sehingga penisku telah masuk terkulum mulutnya.

Tante Luluk semakin liar bermain dgn penisku. Ia mulai menjilati dan memaju mundurkan kepalanya. Tdk seperti Bu Suti, Tante Luluk lebih mahir sehingga penisku tdk pernah menyentuh giginya. Tak terlewatkan kepala penisku ia kenyot-kenyot lembut sambil tangannya meremas biji pelerku secara lembut. Tampak ia begitu berpengalaman mengoral kelamin laki-laki. Sehingga muncul berbagai pikiran dalam otakku,

“aneh, tanteku yg terlihat sebagai wanita baik-baik yg tdk suka keluyuran serta lugu ini begitu pandai mengoral penis. Apa mungkin ia sering menonton film bokef? Jika begitu, tdk mungkin dari hasil menonton ketika baru mempraktekannya bisa sedemikian handalnya mengoral penis laki-laki! Ada kemungkinan, ia sdh sering melakukan perbuatan serupa”. Segala pertanyaan mulai memenuhi kepalaku.

Melihat Tanteku sdh kelelahan, aku beranjak menuju pintu untuk mengunci pintu rumah karena khawatir ada orang yg masuk. Setelah mengunci pintu, aku suruh Tante Luluk duduk sambil membuka kakinya lebar-lebar. Ia pun menuruti kemauanku.

Terlihat nonoknya yg tanpa bulu dan tembem. Aku segera menjilati nonoknya dgn perlahan dan lembut dari mulai liang nonoknya yg kecil sampai itilnya. Hampir seluruh kulit tubuhnya menjadi merah ketika aku mulai sedikit-sedikit mempermainkan lidah dan mulutku pada nonoknya.

“aaaaaaeeeeehhhhhh ssssshhhhh” desahnya sambil tubuhnya tak bisa diam bergerak kian kemari mendapat sensasi nikmat pada nonoknya.

Aku coba mencolokan jari tengahku ke liang nonoknya yg sdh sangat basah oleh cairan yg ke luar dari nonoknya. Peret sekali dan agak sulit memasukan jariku pada liang nonoknya yg kecil. Aku kocokan jari tengahku perlahan-lahan sambil mulutku mengenyot dan menjilati itilnya yg sdh sangat mengeras. Ia semakin mendesah dan mengerang sambil tangannya mencengkram agak kuat rambut serta kepalaku.

“eeeemmhhhh, ooouuuuuuhhhhh, eeessssshhhhhhh.” desah dan erangannya membuat suasana semakin birahi.

Aku terus jilat, hisap, dan kenyot itilnya dgn lembut dan terkadang dgn kenyotan kuat pada itilnya. Sedangkan jari tengahku sdh semakin leluasa mengocok liang nonoknya. Perlakuan demikian berlangsung hampir 15 menit sehingga tanteku mencapai orgamsenya.

“aaaaaaaaahhhhh, ooooouuuuhhhhh Tinnnnnnn!” erangannya mendapat orgasme sambil tangannya mencengkram kuat menekan kepalaku pada nonoknya yg berkedut-kedut hebat sambil tubuhnya menggelinjang-gelinjang akibat orgasme yg melandanya.

Cairan orgasmenya membasahi tangan serta daguku. Perlahan kutarik jari tengah dari dalam lubang nonoknya. Terdengar nafas Tante Luluk masih terengah-engah. Aku pinta ia untuk nungging. Tanpa banyak basa-basi ia segera mengambil posisi nungging di atas kursi. Posisiku yg berdiri di bawah kursi menjadi lebih leluasa melakukan penetrasi penisku ke dalam liang nonoknya.

Sambil tangan kananku mencengkram pantat bulatnya yg lembut, aku arahkan penisku menuju lubang nonoknya dgn bantuan satu tangan kiriku. Cukup sulit kepala penisku memasuki lubang nonoknya yg peret. Namun, dgn dorongan agak kuat, aku dorong perlahan penisku sampai akhirnya penisku bisa terbenam di dalam liang nonoknya dgn bantuan cairan nonok dan sisa cairan orgasmenya. Nonoknya mencengkram kuat dan masih agak peret ketika penisku sdh seluruhnya terbenam. Dgn perlahan, aku mulai menggoyang-goyangkan pinggul dgn melingkar sebelum akhirnya aku maju mundurkan penisku secara perlahan.

Akhirnya, liang nonok Tante Luluk sdh dapat menyesuaikan dgn penis besar dan panjang milikku. Sehingga aku menjadi lebih leluasa memaju mundurkan penisku di dalam liang nonoknya.

“eeeemmmm Tiinnnn eeeemmmhhh enak Tiinnnn!” desah Tante Luluk.

Aku semakin semangat memompa penisku. Aku mulai menambah kecepatan sehingga bunyi “plok plok plok” menjadi semakin gencar dan keras terdengar.

“aaaahhhhhhh, aaaaaeeeeehhhhhh, ssssshhhhh, ooooouuuhhhh!” desah tanteku seiring gerakanku yg semakin cepat.

Sambil memaju mundurkan penisku ke dalam nonoknya, kini kedua tanganku ikut meremas-remas agak kuat pantat bulatnya. Terdengar desahan dan erangan tanteku semakin liar membahana. Karena nafsu birahi yg melanda kami, tak kami pedulikan suara-suara birahi ini walau akan terdengar oleh tetangga rumahku.

Tampak Tante Luluk mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Dgn kecepatan penuh aku kocok terus nonoknya dgn penisku.

“Tiiinnnnn! aku keluar! aaaaaooooouuuhhh, oooooouuuuuwwww, sssssshhhh!” erangannya saat mendapat orgasme keduanya.

Aku hentikan gerakanku, menikmati kedutan-kedutan nonoknya pada penisku yg masih terbenam kuat di dalam nonoknya. Terasa penisku pun tercengkram di dalamnya. Sungguh nikmat sekali.

Ketika gelora orgasme tanteku mereda, aku segera menelentangkan tubuh tanteku. Kemudian dgn penuh pengertian ia merentangkan kakinya lebar-lebar supaya aku lebih leluasa menusukan penisku ke dalam lubang nonoknya.

Bibir nonoknya masih memerah. Dgn memandang nonoknya membuatku menelan ludah sendiri. Sungguh indah nonoknya. Tanpa bulu, tembem, dan merah.

Dgn mudah aku masukan penisku. Sehingga setelah penisku terbenam semakin dalam pada liang nonoknya, aku mulai gerakan maju mundur dgn cepat. Gerakanku yg cepat membuat kedua susu montok dan kenyal tanteku bergoyang-goyang turun naik. Emh indah sekali susunya walaupun putingnya kecil dan tdk sebesar puting susu Bu Suti.

“aaaaaeeeeehhhh, eeeehhhmmmmm, oooooouuuuuhhhh!” Desah Tante Luluk.

Aku terus mengocok memaju mundurkan penis dgn cepat ke dalam liang nonoknya. Terlihat mata tanteku terpejam dgn mulut menganga sambil tak henti-hentinya mengeluarkan desahan-desahan yg sangat sensual ditelingaku.
Aku raih kedua susunya yg bergoyang-goyang indah itu. Aku mulai remas-remas kedua susu montok, padat, dan kenyal tanteku itu dgn mengkombinasikan remasan lembut dan cengkraman agak kuat sambil terus memaju mundurkan penisku dgn cepat di dalam lubang nonoknya. Membuat tanteku menggelinjang-gelinjang di atas kursi dgn mata yg terus terpejam, pipi semakin merah, dan mulut menganga yg tak henti-hentinya mengeluarkan desahan serta erangan. Aku yg terus memompakan penis dgn cepat mulai merasakan gatel dan geli pada kepala penisku yg menandakan akan tiba orgasmeku.

“aaaaaoooouuuwwww, aaaaaaahhh, Tinnnn, aku keluaaaar!” erang tanteku. sambil memeluk tubuhku dgn erat.

Hampir berbarengan dgn orgasme tanteku, akhirnya aku pun mencapai orgasme. Aku cabut penisku dari dalam lubang nonoknya. Terlihat begitu banyak sperma tertumpah di atas perut tanteku.

Setelah usai kami memperoleh orgasme, aku gendong tubuh tanteku sambil berciuman kembali menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh dari segala cairan dan lendir birahi.

Setelah tubuh kami bersih, kami pun bersantai di kursi sambil berpelukan dan berbagi cerita. Sampai akhirnya, pertanyaan-pertanyaan dikepalaku menemukan jawabannya.

Ternyata tanteku sdh tdk perawan sedari kelas 3 SMA. Awalnya pacarnya hanya sering mengajak tanteku menonton film bokef dan meminta ia melakukan oral saja. Tp, karena oral terlalu sering yaitu hampir satu tahun maka, pacarnya meminta lebih. Tanteku menolak sampai akhirnya pacarnya memperkosanya.

Tanteku merasa hancur tp setelah melakukan perbuatan itu, pacarnya tdk lantas meninggalkannya. Hingga akhirnya Tante Luluk lama-kelamaan menjadi percaya dan yakin bahwa pacarnya orang yg setia dan tdk akan menelantarkannya. Tetp anggapannya salah, setelah cukup sering Tante Luluk ngentot dgn pacarnya, si pacar tiba-tiba pergi begitu saja meninggalkannya dan menjadi sulit dihubungi.

Aku pun terbuka kepada Tante Luluk bukan hanya bercerita tentang pergaulan dgn kawan-kawan sekolahku saja, melainkan aku pun menceritakan bahwa sedari kelas 2 SMP aku sdh kehilangan keperjakaan. Aku sdh sering nonton bokef dan aku pun sering ngentot dgn Bu Murni yg tak lain adalah tetanggaku sendiri yg sering menumpang ikut ke kamar mandi rumahku.

Mendengar pengakuanku, Tante Luluk kaget awalnya. Tp ia pun paham dgn kondisi dan keadaanku sehingga kami berjanji tdk akan membocorkan aib ini pada keluarga.

agen bola tanpa deposit inibet188